Satu Kata

Hanya Satu Kata

Anak Gunung Krakatau

Posted by frasa on October 29, 2007

Letusan yang Melegenda
(kompas – TEROPONG – Senin, 07 Juli 2003  )

PUKUL 10.20, 27 Agustus 1883, terdengar suara dentuman hebat dari arah Selat Sunda. Dentuman hebat itu kemudian disusul dengan semburan debu vulkanis setinggi 80 kilometer.

Gunung Krakatau yang terletak di perairan laut antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera meletus. Letusan ini tercatat dalam The Guiness Book of Records sebagai “the most powerful recorded explosion in history”.

Dentumannya terdengar hingga jarak 4.500 kilometer jauhnya dari pusat ledakan di Selat Sunda. Catatan rekor lain menyangkut lenyapnya nyawa manusia, gara-gara tsunami atau gelombang pasang yang ditimbulkan.

Konon, inilah suara paling keras yang pernah terjadi di dunia hingga saat ini, kurang lebih setara dengan 21.547,6 kali letusan bom atom. Semburan materi Gunung Krakatau berjatuhan menutupi daerah seluas 800.000 kilometer persegi. Selama 3 hari penuh Pulau Jawa dan Sumatera tertutup hujan abu.

Lokasi Krakatau di tengah lautan membawa bencana tsunami dan air bah menerjang pantai-pantai Teluk Betung, Lampung, serta pesisir Jawa Barat, dari Merak sampai Ujungkulon. Air laut naik sampai 30 meter menerjang dan menghancurkan desa- desa pantai.

Di Ujungkulon, air bah masuk sampai sekitar 15 kilometer ke arah darat. Diperkirakan, 36.000 orang meninggal dunia akibat letusan hebat ini.

Tsunami itu juga menimbulkan kerusakan parah di Hawaii dan menerpa pantai barat Amerika Tengah. Empasan gelombang menjalar sampai ke Semenanjung Arab, 7.000 kilometer lebih jauhnya dari pusat ledakan.

SEBELUM letusan tahun 1883 itu, wilayah Krakatau merupakan sebuah kelompok pulau yang terdiri atas Pulau Sertung, Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Rakata sebagai pulau utama dengan tiga gunung api aktif, yaitu Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuatan.

Gunung Krakatau purba, seperti disebutkan dalam Javanese Book of Kings, mempunyai ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut. Lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.

Ledakannya yang dahsyat sekitar tahun 416 Masehi mengakibatkan tiga perempat tubuhnya hancur dan menyisakan tiga gugusan pulau. Ketiga pulau itu adalah Pulau Rakata, Sertung, Panjang, dan sebuah kaldera di tengahnya.

Sebelum tahun 1883, muncul aktivitas vulkanis baru, yaitu dengan munculnya Gunung Danan dan Gunung Perbuatan yang perlahan- lahan akhirnya saling menyatu dengan Pulau Rakata. Penyatuan dari ketiga pulau ini kemudian lebih sering disebut sebagai Gunung Krakatau saja.

Pada tahun 1880, yang disebut masa strombolian, aktivitas vulkanis berlangsung selama beberapa bulan, dan Gunung Perbuatan aktif mengeluarkan lava. Setelah periode itu, tidak ada aktivitas vulkanis hingga akhirnya muncul tanda akan adanya letusan pada bulan Mei 1883.

Akhirnya, 27 Agustus 1883, Krakatau meletus dan menghancurkan kehidupan yang terdapat di kawasan ini. Letusan itu juga melenyapkan Gunung Danan dan Gunung Perbuatan dari muka bumi.

Tetapi, letusan itu masih menyisakan tiga daratan, masing-masing Pulau Rakata atau disebut Pulau Krakatau Besar, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang. Sebuah kaldera yang tenggelam di laut ada di tengah ketiga pulau.

Sampai kemudian, pada tahun 1927, muncul sebuah pulau baru di tengah-tengah tiga pulau di kaldera itu. Pulau yang kemudian diketahui vulkanis aktif ini dinamakan Gunung Anak Krakatau.

Anak ini terus tumbuh, semakin tinggi. Material yang ke luar dari perut gunung baru ini terus membuat ketinggiannya bertambah. Saat ini, diperkirakan ketinggiannya mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut.

Raksasa kecil ini terus aktif dan terus mempertinggi tubuhnya dengan tambahan sekitar empat sentimeter setiap tahun. Entah kapan anak ini akan mendapatkan energi sebesar induknya dahulu hala, untuk kembali dimuntahkan…. (B04)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>